Sabtu, 03 Desember 2011

penyesalan

kata ini begitu mudah di ucapkan tapi pada hakekatnya kita tidak tau apakah itu dari dalam lubuk hati atau hanya sebuah topeng diri yg menyembunyikan suatu kekecewaan yg tdk bisa diterima.terlebih manusia yg ruang hatinya sudah terisi penuh dengan cinta kpda lawan jenisnya..ucapanya yg terlontar begitu berbeda dengan isi hati yang meraungkan sang belahan jiwa kala dia pergi tuk hinggap ke tulang rusuk yang lain...semakin banyak lukisan luka yang kau bawa sesaat berucap kata "aku sudah menerima kepergian mu" dan kata demi kata yang lain saling mengisi "akupun iklash dengan apa yg terjadi saat ini dan ku ambil hikmah dari semua yg sudah berlalu" membohongi diri sendiri dengan kiasan kata agar orang di dekatmu  percaya kau setegar gunung himalaya..hanya kpd sang khalik lah kita bisa obati sayatan luka,tampa harus mulut lontarkan kata yg jadikan hati munafik ...bersandar kembali untuk menata pintu hati yg telah tak sempurna...gelap malam pun belum tentu bisa buat kita tersesat,walau cahaya sang bulan meredup ...yakinkan pikiran jiwa bahwa allah selalu menyertai.. amien allahumma amien

Tidak ada komentar:

Posting Komentar